Showing posts with label italia. Show all posts
Showing posts with label italia. Show all posts

Thursday, 10 November 2016

Trans7 Susul JakTV Tayangkan Liga Italia





IF48 - Kabar gembira untuk pecinta Liga Italia di tanah air. Setelah JakTV memastikan menjadi stasiun TV free-to-air yang menyiarkan Liga Italia untuk musim 2016/17, kini giliran Trans7 juga ikut memiliki hak siar untuk free-to-air. Sebagai informasi, kedua stasiun TV tersebut membeli hak siar Liga Italia dari Super Soccer TV, portal sepakbola online yang memiliki hak siar penuh Liga Italia untuk musim ini.

Andi Chairil selaku Direktur Programming dan Produksi Trans7 melalui akun Twitternya (@andi_chairil), menyatakan bahwa pihaknya sudah resmi mengantongi hak siar kompetisi kasta tertinggi di Italia untuk musim ini, dan akan menyiarkan mulai 21 November 2016 pada pertandingan Derby Milano antara AC Milan berhadapan dengan Inter Milan.
 
Rencananya Trans7 akan menayangkan 1 match per pekannya dengan memprioritaskan pertandingan klub-klub besar, termasuk grande partita. Sementara JakTV yang sudah menyiarkan sejak akhir Oktober lalu tetap menyiarkan 2 match per pekan untuk tim medioker. Apabila di paruh musim kedua juga berbarengan dengan live race MotoGP, maka Trans7 akan mencari pertandingan yang tidak berbarengan dengan ajang balap motor terbesar di dunia tersebut.

Hak siar yang dimiliki Trans7 maupun JakTV hanya berdurasi untuk musim ini saja, dikarenakan Super Soccer TV hanya memiliki hak siar Liga Italia untuk satu musim. Siaran Liga Italia yang ditayangkan Trans7 hanya dapat dinikmati melalui antena UHF saja, sehingga Trans7 akan melakukan pengacakan pada siaran satelit selama live match berlangsung. Namun belum diketahui pasti untuk penayangan di Transvision dan UseeTV.
Baca Selengkapnya >>>

Thursday, 27 August 2015

MP & Silva Sebut Masih Ada Peluang Serie A Disiarkan Oleh TV Terestrial

IF48 - Penggemar Liga Italia Serie A di Indonesia yang tidak berlangganan TV berbayar nampaknya masih harus bersabar untuk menanti kepastian stasiun TV terestrial yang akan menayangkan kompetisi asal negeri Pizza di tanah air. Padahal, Serie A sudah bergulir sejak 22 Agustus lalu dan berlanjut pada tanggal 29 di bulan yang sama. Serie A baru jeda sebentar saat Euro Qualifiers pada awal September mendatang dan akan kembali berlanjut pada tanggal 12 di bulan yang sama.

Dengan belum adanya stasiun TV free-to-air yang menyiarkan Serie A, wajar jika publik terus bertanya-tanya apakah tayangan kompetisi ini tidak bisa dinikmati lagi secara gratis. Para pencinta kompetisi ini juga banyak yang mencari informasi apakah masih ada kemungkinan pertandingan Juventus, AC Milan, Inter Milan, dan lain-lain tetap disiarkan gratis. Media sosial seperti Twitter dan Facebook tidak luput dari perbincangan seputar itu.

Menurut Ayi Farid selaku Country Director MP & Silva di Indonesia, pihaknya menyebutkan bahwa harapan masyarakat menonton siaran langsung Serie A secara gratis masih tetap terbuka lebar.

Dilansir dari Harian TopSkor edisi Rabu (26/8/2015), pihaknya mengatakan masih dalam tahap negosiasi dengan beberapa stasiun televisi swasta, termasuk juga Kompas TV sebagai pemegang hak siar musim sebelumnya.

"Sampai saat ini masih terus penjajakan dengan televisi terestrial. Ada Kompas TV, ada juga salah satu grup televisi besar. Tapi kami tidak bisa menyebutkannya secara detail," kata Ayi Farid.

"Kalau untuk televisi berbayar masih dipegang beIN Sports. Mohon bersabar dulu," tambahnya seperti yang dikutip dari Harian TopSkor.

Diakui oleh Farid, mahalnya paket hak siar Serie A memang menjadi kendala tersendiri. Namun nilai sebenarnya masih tergolong standar, meski hanya berada di bawah La Liga Spanyol dan terlebih lagi Liga Primer Inggris. Jadi, kita tunggu saja hingga giornata ke-3 pada 12 September mendatang.
Baca Selengkapnya >>>

Wednesday, 7 January 2015

Buffon Sebut Juventus Terlalu Sombong

IF48 - Juventus kembali mengakhiri laga tanpa meraih poin sempurna. Mereka ditahan imbang 1-1 oleh Inter Milan pada giornata ke-17 Serie A, dini hari tadi. Kiper I Bianconeri, Gianluigi Buffon, menilai timnya terlalu sombong dalam menghadapi musuhnya.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Juventus Stadium tersebut, Si Nyonya Tua berhasil unggul lebih dulu lewat gol Carlos Tevez di menit 5. Namun, Inter berhasil menyamakan kedudukan di menit 64 oleh Mauro Icardi.

Skuad asuhan Massimiliano Allegri pun harus puas dengan meraih 1 poin saja, dan membuat posisi mereka sebagai capolista terancam. Sebab, AS Roma yang berada di posisi 2 sudah meraup 39 poin atau kalah 1 angka saja dari Juventus.

Ini juga menjadi kali ke-4 Juventus gagal meraih kemenangan dalam 5 laga terakhirnya di semua kompetisi. Menurut Buffon, Juventus terlalu memandang rendah setiap lawannya hingga tampil tak maksimal.


"Menurut saya, hal yang sama dilakukan dalam pertandingan-pertandingan lain, yaitu kami bertanding terlalu yakin dan sombong sebagai tim terbaik dengan potensi yang baik. Ini menjadi awal kesulitan kami," kata Buffon, seperti dilansir Football-Italia.

"Itu terjadi saat melawan Sampdoria, Torino, dan Napoli. Kami perlu tampil matang jika ingin mengambil tempat di Liga Champions, juga Serie A. Setiap tim yang kami hadapi, punya pemain berbakat yang merepotkan kami," sambungnya.

Meski begitu, sang kapten menilai Juventus sudah bermain cukup baik di laga-laga sebelumnya dengan berhasil lolos ke babak 16 besar Liga Champions dan jadi pemuncak Serie A. Kini, Buffon hanya meminta timnya untuk bisa tampil lebih solid di beberapa laga berikutnya.
Baca Selengkapnya >>>

Friday, 2 January 2015

10 Momen Terbaik Serie A Italia Sepanjang 2014

10 Momen Tak Terlupakan Serie A Italia
Juventus sukses memastikan gelar scudetto 3 kali berturut-turut sejak musim 2011/12.

IF48 - Juventus mungkin bisa dibilang sebagai salah satu klub yang paling banyak menyita sorotan banyak pecinta Serie A Italia di sepanjang tahun 2014. Bagaimana tidak, setelah berhasil meraih tiga gelar Serie A dalam tiga musim berturut-turut, klub berjuluk Nyonya Tua ini harus dikejutkan dengan keputusan manajer mereka, Antonio Conte untuk meninggalkan bangku kepelatihan.

Meski pihak klub kemudian langsung menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pengganti, namun kegagalannya bersama AC Milan, membuat banyak pendukung Juventus seakan tak yakin tim kesayangannya akan bisa kembali membawa pulang trophy musim ini.

Namun tahun 2014 tentunya tidak melulu milik Juventus, ada begitu banyak momentum luar biasa yang rasanya masih sulit untuk dilupakan. Untuk itu, berikut kami siapkan 10 moment tak terlupakan di gelaran Serie A Italia yang sayang untuk dilupakan:


1. Keisuke Honda, pemain asal Jepang pertama yang berseragam AC Milan


Pada tanggal 4 Januari 2014, Keisuke Honda secara resmi bergabung dengan AC Milan dan menjadi pemain asal Jepang pertama yang merumput bersama tim utama AC Milan. Honda yang diberi kepercayaan untuk mengenakan nomor punggung 10, berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain paling berperan bagi AC Milan di sepanjang tahun 2014.

2. Juventus meraih scudetto tiga kali secara beruntun
 
Pada 4 Mei 2014, Juventus berhasil memastikan gelar Serie A mereka yang ketiga dalam tiga musim berturut turut sebelum melakoni tiga laga sisa. Gelar juara tersebut bisa mereka pastikan setelah Roma yang kala itu menjadi saingan terberat mereka dalam perebutan gelar juara, harus menerima kekalahan mengejutkan 4-1 dari klub papan bawah, Catania.

3. Inzaghi mengawali debut sebagai pelatih bersama AC Milan
 
Setelah sempat memperkuat AC Milan selama 11 musim dan menghadiahkan 10 gelar, Filippo Inzaghi akhirnya kembali ke klub Merah Hitam dengan menduduki bangku kepelatihan pada tanggal 9 Juni 2014. Ini pertama kalinya bagi Inzaghi dipercaya sebagai pelatih klub Serie A Italia. Sebelumnya, Inzaghi yang memutuskan untuk gantung sepatu pada 24 July 2014, hanya memiliki pengalaman melatih Tim U-19 milik AC Milan. Namun pria berusia 41 tahun ini akhirnya mampu membuat AC MIlan mengakhiri paruh musim pertama dengan duduk di posisi tujuh kelasemen sementara Serie A Italia.

4. Conte mundur dari kursi kepelatihan Juventus
 
Setelah berhasil menghadiahkan tiga gelar Seria A Italia kepada Juventus dalam tiga musim berturut-turut, Antonio Conte akhirnya memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya pada 15 Juli 2014. Hal ini jelas cukup membuat banyak pendukung Juventus kecewa. Pasalnya, dibawah tangan dingin Conte, Juventus berhasil menjadi tim pertama yang mengakhiri musim tanpa sekalipun merasakan kekalahan di gelaran Serie A Italia.

5. Inter Milan resmi memecat Walter Mazzari

Setelah gagal mendongkrak performa Inter Milan sejak awal musim 2014, Walter Mazzarri akhirnya secara resmi diberhentikan dari bangku kepelatihan pada 14 November 2014. Inter pun akhirnya menunjuk Roberto Mancini untuk mengisi kosongnya bangku kepelatihan. Mancini sendiri bukanlah nama baru bagi Inter. Di musim 2004-2008, pelatih asal Italia ini juga telah berhasil memberikan tiga trophy Serie A Italia, dua Copa Italia dan dua piala Supercopa Italia kepada Inter Milan.

6. Inter Milan coret nama Moratti dari jajaran direksi
 
Setelah mejabat sebagai presiden Inter Milan selama 18 tahun, Massimo Morrati akhirnya secara resmi menanggalkan semua posisi yang dimilikinya pada 24 Oktober 2014. Sebelumnya, Inter Milan telah menjual 70 persen saham mereka kepada Erick Thohir yang membuat ia menjadi warga Indonesia pertama yang memiliki saham mayoritas di klub asal Italia.

7. Claudia Romani, Wasit Wanita Pertama Serie A
 
Super Model asal Italia, Claudia Romani rela meninggalkan gemerlapnya dunia modeling demi melakoni tugas sebagai wasit sepak bola. Romani telah melewati semua tes untuk mendapatkan lisesnsi yang memungkinkannya untuk memimpin pertandingan di dua level tertinggi kompetisi Italia (Serie B dan Serie A). Wanita Sexy berusia 32 tahun inipun berpeluang menjadi wanita pertama yang memimpin pertandingan Seria A Italia.

8. Gomez Akhiri 259 Hari Tanpa Gol

 
Tidak bisa disangsikan lagi kalau Mario Gomez adalah salah satu nama striker paling ditakuti di darata Eropa. Bagaimana tidak, striker berkebangsaan Jerman ini berhasil mencetak 80 gol bagi Bayern Muenchen du musim 210-2012. Namun kepindahannya ke Fiorentina, seakan menghapus semua cerita tentang ketajamannya. Gomez yang menghabiskan sebagian besar musim 2013/2014 dengan permasalahan cedera, bahkan harus rela berpuasa mencetak gol hingga 259 hari lamanya. Dirinya baru berhasil menyudahi tren negatifnya tersebut saat menceploskan satu gol ke gawang Cagliari pada 30 November 2013.

9. Napoli Akhiri Dominasi Juventus
 
Setelah selama dua musim berturut-turut berhasil membawa pulang trophy supercopa Italia, Juventus akhirnya harus merelakan gelar di musim 2014 jatuh ke tangan Napoli. Setelah melakoni pertandingan dengan skor imbang 2-2, Napoli akhirnya berhasil mengakhiri dominasi Juventus lewat drama adu penalti. Gelar supercopa Italia musim ini juga menjadi yang pertama bagi Napoli setelah terakhir kali berhasil meraihnya di tahun 1990 silam.

10. Zdenek Zeman, Pelatih Dengan Masa Bakti Tersingkat
 
Setelah hanya mampu membawa anak asuhnya meraih dua kemenangan dari 16 laga di paruh pertama musim 2014/2015, Zdenek Zeman akhirnya didepak dari bangku kepelatihan Cagliari. Zdenek bahkan menjadi pelatih dengan masa bakti paling pendek di Seri A musim ini dengan hanya menduduki bangku kepelatihan selama enam bulah setelah kedatangannya pada Juni 2014 silam. 
Baca Selengkapnya >>>

Friday, 26 December 2014

Podolski Segera Merapat ke Inter Milan


IF48 - Inter Milan benar-benar ingin memanfaatkan bursa transfer musim dingin untuk membenahi skuadnya. Sejumlah pemain telah masuk dalam daftar bidikan mereka.

Yang terbaru adalah Lukas Podolski. Penyerang asal Jerman itu hendak diboyong guna mempertajam lini depan.

Menurut Corriere dello Sport, Nerazzurri sudah mengajukan proposal pinjaman Podolski kepada Arsenal. Dan diyakini kedua pihak sekarang sudah mencapai kesepakatan.

Hanya saja, proses kepindahan itu masih terganjal karena opsi permanen di penghujung musim.

Diyakini Podolski secara pribadi masih menolak jika pada Juni nanti Inter membeli status kepemilikannya yang bisa berujung pada penurunan nominal gaji. Jika digaet La Beneamata, kemungkinan Prinz Poldi cuma akan menerima bayaran €6 juta per musim.

Selain Inter, raksasa Serie A Juventus juga sempat dikaitkan dengan pemain berdarah Polandia ini.  Sayangnya sampai sekarang Bianconeri sama sekali belum mengambil langkah konkret untuk mendapatkannya.
Baca Selengkapnya >>>